Jajaran pengurus PCNU Bangil saat dilantik beberapa waktu lalu
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Jelang Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus mendatang, arah dukungan calon Ketua Umum PBNU masih menjadi perhatian sejumlah pihak, termasuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil.
Ketua PCNU Bangil, Drs. H. Edy Supriyanto menyampaikan, pihaknya memiliki pandangan tersendiri terkait kriteria calon Ketua Umum yang dinilai layak untuk dipilih dalam muktamar tersebut.
BACA JUGA:
- Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
- Ubah Peluang Jadi Kesuksesan, Kiki Jupe Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Kuliner
- Menguji Nyali di Lereng Arjuno: Ratusan Warga Serbu Sensasi Gledekan Tretes Saat Libur Sekolah
- Satpol PP Kabupaten Pasuruan Minta Warga Waspadai Rokok Ilegal dan Tegaskan Sanksinya
“Kami nanti akan memilih Calon Ketum yang punya pondok pesantren,” kata Edy Supriyanto yang akrab disapa Abah Eddy saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi yang berideologi Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah, yakni paham Islam yang berpegang pada Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW serta tradisi para sahabat.
Menurutnya, secara garis besar paham tersebut menjadi pedoman dalam beragama yang mencakup tiga aspek utama, yakni akidah, fikih, dan tasawuf.
Pada aspek akidah, NU merujuk pada rumusan Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi. Sementara dalam bidang fikih, NU mengikuti salah satu dari empat mazhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali, dengan mayoritas warga Nahdliyin berpegang pada mazhab Syafi’i.
Adapun dalam aspek tasawuf atau akhlak dan spiritualitas, NU mengacu pada ajaran Imam Junaid al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali.
Ia menambahkan, ketiga aspek tersebut selama ini telah diterapkan dalam kurikulum pesantren dan diamalkan dalam kehidupan masyarakat luas.
“Jadi kalau Ketua Umum PBNU sudah menguasai tiga aspek tersebut itulah pilihan PCNU Bangil,” terang Abah Eddy. (afa/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




