Penertiban bangunan liar (bangli) di kawasan Jalan Tambak Mayor Gang VI C, Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo. Foto: Hms
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penertiban bangunan liar (bangli) di kawasan Jalan Tambak Mayor Gang VI C, Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo selama hampir dua pekan terakhir. Tujuan penertiban bangli tersebut untuk mengembalikan fungsi jalan sekaligus saluran air.
Camat Asemrowo, Mohammad Zulchaidir mengatakan, sebelum dilakukan penertiban, jajaran Kecamatan Asemrowo menerima aduan dari warga kalau di kawasan tersebut terdapat sejumlah bangli yang berdiri di atas jalan dan saluran. Setelah menerima aduan warga, ia bersama Ketua RT 11 dan RW 04 Kelurahan Asemrowo melakukan kroscek ke lokasi yang dimaksud.
BACA JUGA:
- Atasi Macet di Surabaya Barat, Pemkot Uji Coba Lalu Lintas Jalan Radial Road Lontar
- Pemkot Surabaya Gandeng MUI dan Kemenag Sukseskan BIAS 2026, Targetkan Cakupan Tembus 90 Persen
- Gerak Cepat Tangani Genangan Usai Hujan Ekstrem, Pemkot Optimalkan Pompa dan Percepatan Drainase
- Pemkot Surabaya Gelar Diklat Juru Parkir Berkeselamatan, 70 Peserta Ikuti Sertifikasi Profesi
“Jadi ada aduan melalui Satpol PP dan hotline-nya Pak Wali Kota (Eri Cahyadi). Setelah itu kami tindak lanjuti, kami klarifikasi dengan pengadu terkait adanya bangunan liar yang ada di Tambak Mayor Gang VI C, kami cek memang benar bangunan itu berada di jalan dan di atas saluran,” kata Zulchaidir, Senin (22/6/2026).
Setelah menerima laporan dan kroscek di lapangan, lanjut Zulchaidir, jajaran pemkot melakukan rembuk dan sosialisasi kepada warga. Setelah itu, akhirnya warga berkenan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri dengan dibantu oleh pemkot.
“Tanggal 13 Juni itu kami cek ternyata ada yang warga yang sudah membongkar (bangunan) secara mandiri. Tapi ada warga yang kesulitan (membongkar) untuk yang bangunan permanen, akhirnya kami lakukan pembongkaran pada tanggal 17 di hari rabu, bersama teman-teman Satpol PP, DLH, DSDABM, dan DPRKPP,” ujarnya.
Zulchaidir menyebutkan, pembongkaran bangli tersebut memakan waktu cukup lama karena letaknya berada di gang sempit. Selain itu, pembongkaran juga dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




